OUTDOOR
PCTR XV
RACANA
ANDI PANGERAN PETTARANI DAN EMMY SAELAN
📍 Manggala Agni
Daops Gowa, 25–27 April 2025
Gugusdepan 08.085 – 08.086 | Pangkalan: Fakultas Ilmu Pendidikan UNM
Sekretariat: Jl. Tamalate I, Kampus FIP UNM
Kala cahaya mentari Jumat pagi menembus celah dedaunan di kaki Gunung Bawakaraeng, sebuah langkah baru kembali ditapaki oleh Racana Andi Pangeran Pettarani dan Emmy Saelan. Pada 25 hingga 27 April 2025, sebanyak puluhan calon anggota muda mengikuti OUTDOOR PCTR XV sebuah tahapan sakral dalam dinamika kepramukaan, tempat di mana benih semangat pramuka Pandega ditanam, dipupuk, dan diuji di tengah alam yang menjadi guru paling jujur. Kegiatan ini diselenggarakan di Manggala Agni Daops Gowa, Jl. Malino, Lanna, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, sebuah lokasi yang tak hanya menyuguhkan keindahan panorama, tapi juga menghadirkan suasana sunyi yang mengundang renungan mendalam tentang arti menjadi bagian dari Racana.
Dengan mengangkat tema “Bangun Karakter Kuat Gen Z dengan Pendidikan Pramuka Berprestasi,” kegiatan ini menjadi ruang penempaan bagi para Calon Tamu Racana generasi XV. Dalam tiga hari penuh, mereka tak hanya diperkenalkan pada nilai dan sejarah Racana, tetapi juga diajak menyelami keheningan alam untuk bertemu dengan dirinya sendiri. Outdoor bukan hanya kegiatan luar ruangan, tetapi sebuah upaya menyentuh sisi terdalam manusia di mana kejujuran, ketangguhan, dan komitmen diuji dalam senyapnya malam dan beratnya rintangan.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Gugusdepan, Bapak Bhakti Prima Findiga Hermuttaqien, S.Pd., M.Pd., yang dalam sambutannya menyerukan pentingnya membangun karakter kuat dan tangguh di tengah gempuran zaman. Beliau menekankan bahwa pendidikan Pramuka harus menjadi penopang utama dalam membentuk manusia yang bukan hanya cerdas, tetapi juga berwatak. Di sinilah Outdoor PCTR XV menjadi ruang aktualisasi dari cita-cita itu, menjadikannya sebagai momentum kelahiran karakter.
Dari total 47 Calon Tamu Racana generasi XV, sebanyak 43 orang hadir dan mengikuti kegiatan OUTDOOR PCTR XV secara penuh. Sementara itu, empat peserta lainnya berhalangan hadir dengan alasan yang logis dan dapat diterima oleh panitia namun semangat mereka tetap menyatu dalam setiap proses, seakan berjalan bersama dari kejauhan. Jumlah ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan antusiasme dan kesungguhan generasi muda dalam menapaki perjalanan awal menjadi Pandega sejati.
Salah satu momen paling dinanti dalam kegiatan ini adalah Hiking, sebuah perjalanan fisik dan batin yang membawa para peserta menelusuri rute alam yang menantang. Mereka berjalan bersama, menyusuri jalan berbatu, menembus hutan, menyeberangi aliran air yang bening, dan mendaki bukit yang menguji napas. Namun lebih dari sekadar berjalan, hiking ini mengajarkan makna ketekunan, kesabaran, serta pentingnya kolaborasi dalam setiap langkah. Dalam perjalanan itu, peserta belajar bahwa kebersamaan bukan sekadar berada di tempat yang sama, tapi saling menopang dan menguatkan dalam menghadapi kelelahan dan rintangan.
Di tengah kegiatan, kehadiran pendamping pembina menjadi energi tersendiri. Kak Heri, Kak Alim, Kak Syamsul, dan Kak Wahida mendampingi dengan penuh ketulusan, memastikan bahwa setiap proses berjalan sesuai dengan nilai-nilai kepramukaan. Mereka hadir bukan hanya sebagai pembina, tetapi sebagai penuntun arah yang memberi teladan nyata tentang bagaimana menjadi bagian dari Racana yang berpijak pada etika dan nilai luhur. Sementara itu, kehadiran dua Purna Bakti, yakni Kak Arjun dan Kak Ali, menghadirkan hikmah dari masa lalu. Mereka berbagi kisah tentang pengabdian, tantangan, dan perjuangan yang telah mereka lalui, sebagai cermin agar para calon anggota baru memahami bahwa Racana bukan sekadar organisasi, melainkan rumah perjuangan.
OUTDOOR PCTR XV bukan hanya tentang aktivitas fisik dan materi pembinaan. Ia menjadi refleksi kolektif atas arah perjalanan Racana. Di malam hari, saat bara unggun menyala dan langit dipenuhi bintang, para peserta diajak merenung tentang siapa mereka, ke mana langkah ini akan dibawa, dan apa arti sebenarnya dari menjadi Pandega. Suasana hening itu menjadi ruang yang membungkam ego, membasuh ambisi, dan menyadarkan bahwa setiap individu adalah bagian dari sejarah yang terus ditulis bersama.
Di sela-sela kegiatan, semangat solidaritas semakin menguat. Calon anggota mulai memahami bahwa Racana bukan hanya tentang kegiatan seremonial atau administrasi organisasi. Ia adalah keluarga besar yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, penghargaan terhadap tradisi, dan dedikasi terhadap masyarakat. Melalui diskusi, praktik lapangan, serta interaksi antargenerasi, Outdoor PCTR XV menjadi ruang berproses yang utuh: tempat karakter ditempa, ego dikikis, dan rasa memiliki ditanam dalam hati yang tulus.
Ketika sore terakhir menyambut pada tanggal 27 April 2025, tak ada peluit panjang atau teriakan kemenangan. Yang ada hanyalah mata yang lebih teduh, langkah yang lebih mantap, dan hati yang lebih bersahaja. Mereka yang hadir kini tak lagi sama seperti saat mereka datang. Mereka telah melewati ujian, bukan untuk menjadi yang terbaik, tetapi untuk menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri sebuah organisasi yang tumbuh dari tanah, berkiblat pada langit, dan berpijak pada cinta kepada negeri.
Dengan berakhirnya kegiatan pada Minggu sore, bukan berarti perjalanan selesai. Justru dari titik itulah, mereka yang dulunya hanya tamu kini bersiap menjadi bagian utuh dari Racana. Mereka pulang bukan hanya membawa kenangan, tetapi juga membawa harapan, tekad, dan semangat untuk memberi warna dalam setiap denyut nadi organisasi.




0 comments:
Posting Komentar