INDOOR PCTR XV
RACANA ANDI PANGERAN PETTARANI DAN EMMY
SAELAN
Dalam harmoni waktu yang terus bergerak, tak ada yang lebih menggetarkan
selain momen ketika generasi baru diperkenalkan pada jalan pengabdian. Tepat
pada hari Minggu, 16 Maret 2025, Gedung Mini Teater
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar menjadi saksi
perhelatan sakral INDOOR PCTR XV kegiatan pembuka dari
proses panjang Penerimaan Calon Tamu Racana bagi mereka yang hendak
menjadi bagian dari keluarga besar Racana Andi Pangeran Pettarani dan
Emmy Saelan. Di balik kesederhanaan tempat, tersembunyi harapan besar
yang mengakar dan bertumbuh di jiwa para calon anggota.
Indoor PCTR bukan sekadar sebuah rangkaian kegiatan formil, melainkan
permulaan yang menyatukan nilai-nilai kepramukaan dan semangat kepandegaan ke
dalam diri generasi muda. Dengan mengusung tema “Bangun Karakter Kuat
Gen Z dengan Pendidikan Pramuka Berprestasi”, kegiatan ini menjadi
manifestasi dari cita-cita Racana dalam membentuk pribadi tangguh, berintegritas,
serta memiliki daya saing tinggi di tengah arus zaman yang semakin menuntut
adaptasi dan keteguhan prinsip. Tema ini tidak hanya menjadi pelengkap
seremoni, tetapi menjadi napas yang menyusup ke dalam setiap materi, tatapan,
dan langkah yang hadir pada hari itu.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Gugusdepan, Bapak
Bhakti Prima Findiga Hermuttaqien, S.Pd., M.Pd., yang dalam
sambutannya menegaskan bahwa pendidikan karakter melalui pramuka bukan sekadar
pelatihan fisik, tetapi penanaman nilai-nilai luhur yang menjadi kompas hidup.
Dengan penuh ketulusan, beliau menyampaikan pesan agar calon anggota tidak
hanya menyerap informasi, melainkan membiarkan nilai-nilai itu tumbuh menjadi
fondasi moral dan spiritual. Bahwa seorang Pramuka Pandega adalah mereka yang
berpikir, merasa, dan bertindak demi bangsa, tanpa kehilangan jati dirinya
sebagai insan berbudaya.
Sebanyak 41 peserta hadir dan mengikuti Indoor PCTR XV
dengan penuh antusiasme dan semangat yang menyala. Mereka adalah calon-calon
tamu yang membawa mimpi, keresahan, dan rasa ingin tahu untuk disatukan dalam
satu wadah bernama Racana. Angka 41 bukan hanya jumlah, melainkan representasi
dari 41 jiwa yang sedang mencari arah, dan berharap menemukan makna dalam
setiap proses yang dilalui.
Indoor PCTR kali ini diisi dengan dua materi utama. Materi pertama dibawakan
oleh Kak Zulfadli Rais, S.Pd, yang mengangkat tema Sejarah
Racana. Dalam penyampaiannya yang hangat dan menggugah, beliau
mengajak peserta menyusuri jejak-jejak perjuangan para pendahulu mulai dari
cikal bakal terbentuknya Racana, semangat yang membakar para pelopor, hingga
nilai-nilai yang diwariskan hingga hari ini. Bagi Kak Zul, sejarah bukan untuk
dikenang dalam diam, melainkan untuk dihidupi dalam tindakan. Racana bukan
hanya organisasi, tapi warisan semangat perjuangan yang mesti terus dinyalakan
dari generasi ke generasi.
Materi kedua dilanjutkan oleh Kak Gr. Nur Alim, S.Pd, yang
membahas tentang Kepemimpinan. Dengan pendekatan yang membumi
dan reflektif, beliau menjelaskan bahwa kepemimpinan sejati dimulai dari
kemampuan untuk memimpin diri sendiri. Dalam ruang yang dipenuhi keheningan
penuh makna, para peserta diajak memahami makna tanggung jawab, etika
komunikasi, serta keberanian mengambil keputusan. Kepemimpinan bukan hanya
jabatan, tetapi panggilan untuk menjadi cahaya yang meski kecil, mampu
menerangi jalan banyak orang.
Kegiatan ini dihadiri pula oleh seluruh pengurus aktif,
para pembina pendamping yakni Kak Heri, Kak Alim, serta purna bakti Racana
seperti Kak Landi. Kehadiran mereka tidak hanya
sebagai simbol kontinuitas, tetapi sebagai mata air semangat dan teladan yang
menyentuh langsung relung hati para peserta. Setiap senyum, bimbingan, dan
petuah menjadi benih nilai yang akan tumbuh dalam hati dan perilaku para calon
anggota di masa mendatang. Kehadiran mereka membentuk ruang yang sarat kasih,
seperti keluarga yang menyambut anak-anaknya pulang dari perjalanan panjang
pencarian jati diri.
Indoor PCTR XV bukan hanya tentang penyampaian materi, tetapi proses penyadaran kolektif bahwa menjadi bagian dari Racana adalah tentang menghidupkan nilai-nilai, menjaga warisan, dan menyulam mimpi dalam bingkai pengabdian. Kegiatan ini menjadi landasan sebelum para peserta melanjutkan proses Outdoor PCTR, yang kelak akan menantang mereka untuk menerapkan semua ilmu, nilai, dan semangat dalam situasi nyata yang sarat dinamika.
Bangkit bukan hanya tentang melawan rasa lelah,
tetapi tentang mencintai tanah yang menumbuhkan kita.
Bangkit bukan hanya menyuarakan harapan,
tetapi tentang menjadikan diri sebagai jawaban.
Bangkit adalah janji tak bersuara
yang diikrarkan dalam hati setiap Pandega
untuk menjaga, merawat, dan menyinari negeri.
Bangkitlah, Racanaku
di bawah langit Ibu Pertiwi,
jadilah generasi yang menghidupkan nilai,
menyalakan semangat, dan menabur cahaya
BANGKITLAH RACANAKU PADA BUNDA PERTIWI
SALAM PRAMUKA



0 comments:
Posting Komentar