BUKA BERSAMA PCTR XV DAN PENGURUS RACANA ANDI PANGERAN PETTARANI DAN EMMY SAELAN
Ramadhan selalu membawa getar rasa yang berbeda. Ia bukan sekadar bulan dalam hitungan kalender, melainkan ruang waktu yang menghadirkan keheningan paling jujur, tempat manusia menepi sejenak dari hiruk pikuk dunia dan kembali menatap dirinya sendiri. Dalam suasana suci dan penuh ketenangan itulah, Racana Andi Pangeran Pettarani dan Emmy Saelan kembali menenun kebersamaan melalui kegiatan Buka Puasa Bersama PCTR XVI, yang dilaksanakan pada Minggu, 1 Maret 2026 di Gedung Mini Teater Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar.
Sejak sore hari, suasana Mini Teater FIP UNM mulai dipenuhi oleh kehadiran para reka dan peserta PCTR XVI. Langkah-langkah yang datang satu per satu membawa semangat yang sama: merajut kebersamaan dalam suasana Ramadhan yang penuh berkah. Ruangan yang biasanya menjadi tempat diskusi akademik pada hari itu berubah menjadi ruang kebersamaan yang hangat, di mana setiap orang hadir bukan sekadar sebagai peserta kegiatan, tetapi sebagai bagian dari satu keluarga besar Racana.
Para peserta yang hadir saling membantu menata tempat kegiatan. Tikar digelar rapi, hidangan berbuka ditata di tengah ruangan, dan suasana sederhana itu perlahan dipenuhi tawa ringan serta percakapan hangat. Tidak ada jarak di antara mereka; yang ada hanyalah semangat kebersamaan yang tumbuh secara alami di antara para reka dan calon tamu Racana.
Menjelang waktu berbuka puasa, suasana berubah menjadi lebih khidmat. Setiap orang mulai menenangkan diri sambil menunggu adzan maghrib berkumandang. Aroma hidangan berbuka yang tersaji di tengah ruangan semakin menguatkan rasa syukur atas kesempatan berkumpul bersama dalam suasana Ramadhan yang penuh makna.
Ketika adzan maghrib akhirnya terdengar dari masjid kampus, seluruh peserta membuka puasa bersama dengan hidangan sederhana yang telah disiapkan. Suapan pertama bukan hanya sekadar melepas dahaga setelah seharian berpuasa, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan yang menghangatkan hati. Dalam kesederhanaan itu, setiap tawa, senyum, dan percakapan terasa begitu berarti.
Dalam kebersamaan yang sederhana di Gedung Mini Teater FIP UNM malam itu, setiap individu merasakan bahwa Racana bukan sekadar tempat berkegiatan, tetapi rumah yang menyatukan hati dan semangat pengabdian. Dari secangkir minuman yang dibagi, dari hidangan yang disantap bersama, hingga dari tawa yang mengisi ruangan, tercermin jiwa Racana yang terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.
BANGKITLAH RACANAKU PADA BUNDA PERTIWI
SALAM PRAMUKA




.jpeg)



