Racana Andi Pangeran Pettarani & Emmy Saelan
Gugusdepan 08.085 – 08.086
Pangkalan: Fakultas Ilmu Pendidikan UNM
📍 Indoor: Convention Hall Fakultas Ilmu Pendidikan UNM, Makassar
📍 Outdoor: Pucak Teaching Farm, Kabupaten Maros
📅 22–28 Juni 2026
Salam
Pramuka! ⚜️
MAKASSAR – Menjadi seorang guru berarti
memikul tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar menyampaikan ilmu
pengetahuan. Seorang pendidik juga dituntut mampu membentuk karakter,
menumbuhkan jiwa kepemimpinan, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada
peserta didik. Salah satu wadah yang memiliki peran penting dalam proses
tersebut adalah pendidikan kepramukaan. Berangkat dari semangat itulah, Racana
Andi Pangeran Pettarani & Emmy Saelan Gugusdepan 08.085–08.086 Pangkalan
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar menyelenggarakan Kursus
Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Golongan Penggalang PGSD FIP UNM
Tahun 2026 selama tujuh hari, mulai 22 Juni hingga 28 Juni 2026.
Mengusung
tema "The Power of Scouting, the Spirit of Leadership: Mewujudkan Pembina
Pramuka Profesional yang Inovatif, Humanis, dan Berdedikasi untuk Masa
Depan," kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan calon guru
sekolah dasar agar memiliki kompetensi sebagai pembina Pramuka yang
profesional. Sebab, bagi mahasiswa PGSD, pendidikan kepramukaan bukan sekadar
kegiatan organisasi, melainkan bagian yang tak terpisahkan dari profesi yang
kelak mereka emban sebagai pendidik.
Sebanyak 302 peserta dari berbagai angkatan, mulai angkatan 2022 hingga 2025 mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias dan menjadikan KMD 2026 sebagai ruang belajar yang mempertemukan calon-calon pendidik dalam satu tujuan yang sama, yaitu membangun karakter melalui Gerakan Pramuka.
Mengawali Langkah dengan Adat, Membuka Perjalanan dengan Semangat
Pembukaan resmi KMD dilaksanakan di Convention Hall Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. Acara berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh unsur Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Makassar, jajaran Pusat Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Makassar, para pelatih kursus, pembina Racana, pengurus Racana, tamu undangan, serta seluruh peserta KMD.
Rangkaian
pembukaan diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya yang dilanjutkan Hymne
Satya Darma Pramuka, kemudian pembacaan Surat Keputusan penyelenggaraan kursus
serta laporan Ketua Panitia. Sambutan dari Majelis Pembimbing Gugusdepan dan
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Kota Makassar menjadi penguat
harapan agar seluruh peserta mampu mengikuti setiap tahapan pendidikan dengan
sungguh-sungguh.
Momentum
pembukaan semakin bermakna melalui penyerahan Pataka Pusdiklat Cabang Kota
Makassar kepada Pimpinan Kursus sebagai simbol amanah penyelenggaraan
pendidikan. Prosesi dilanjutkan dengan penancapan kapak, pembacaan Sandi Anging
Mammiri, serta penyematan tanda peserta kepada perwakilan peserta sebagai tanda
dimulainya perjalanan panjang dalam menempuh Kursus Pembina Pramuka Mahir
Tingkat Dasar.
Empat Hari Menimba Ilmu, Membangun Fondasi Kepemimpinan
Empat
hari pertama pelaksanaan KMD difokuskan pada pembelajaran di dalam kelas yang
berlangsung di Fakultas Ilmu Pendidikan UNM. Hari pertama diawali dengan pre-test
untuk mengetahui kemampuan awal peserta sebelum memasuki rangkaian materi inti.
Selanjutnya,
peserta memperoleh berbagai materi yang disampaikan langsung oleh para pelatih
dari Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Makassar. Materi yang diberikan
mencakup Prinsip Dasar Kepramukaan, Metode Kepramukaan, Sistem Tanda Kecakapan
Umum (SKU), Sistem Tanda Kecakapan Khusus (SKK), Administrasi Gugus Depan,
Teknik Membina, Upacara, Peraturan Baris Berbaris (PBB), serta berbagai materi
pendukung lainnya yang menjadi bekal dasar bagi seorang pembina Pramuka.
Suasana
pembelajaran berlangsung interaktif. Tidak hanya menerima teori, peserta juga
diajak berdiskusi, menganalisis studi kasus, dan memahami berbagai situasi yang
akan mereka hadapi ketika mendampingi peserta didik di Gugus Depan. Proses ini
menjadi fondasi penting agar setiap peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi
juga mampu menerapkannya secara tepat dalam praktik pembinaan.
Dari Ruang Kelas Menuju Alam Terbuka
Memasuki
hari kelima, seluruh peserta diberangkatkan menuju Pucak Teaching Farm,
Kabupaten Maros, untuk melaksanakan rangkaian kegiatan outdoor. Perpindahan
lokasi ini menjadi simbol perubahan dari proses belajar secara konseptual
menuju pembelajaran yang menekankan pengalaman langsung.
Di
alam terbuka, peserta mulai mempraktikkan berbagai kompetensi yang telah
dipelajari selama fase indoor. Kegiatan praktik membina menjadi kesempatan bagi
setiap peserta untuk melatih kemampuan memimpin, berkomunikasi, mengelola
kelompok, serta menerapkan metode kepramukaan secara nyata. Berbagai materi
lapangan yang diberikan semakin memperkuat kesiapan peserta sebagai calon
pembina Pramuka yang mampu membimbing dengan pendekatan yang inovatif, humanis,
dan edukatif.
Alam Menjadi Ruang Belajar, Kebersamaan Menjadi Kekuatan
Hari
keenam menjadi salah satu puncak dinamika kegiatan. Sejak pagi, seluruh peserta
memulai aktivitas dengan senam bersama yang dilanjutkan dengan hiking menyusuri
kawasan Pucak. Perjalanan tersebut bukan sekadar menguji ketahanan fisik,
tetapi juga mengajarkan pentingnya kerja sama, komunikasi, kepemimpinan, serta
kepedulian terhadap lingkungan.
Setelah
itu, peserta mengikuti kegiatan muatan lokal melalui praktik memasak
secara berkelompok. Aktivitas sederhana ini mengajarkan pentingnya pembagian
tugas, kreativitas, serta kemampuan menyelesaikan persoalan bersama dalam
kondisi lapangan.
Suasana
semakin meriah ketika seluruh peserta mengikuti karnaval, menampilkan
kreativitas, kekompakan, dan semangat kebersamaan yang telah tumbuh selama
mengikuti rangkaian kegiatan. Setelah aktivitas tersebut, peserta kembali
menerima materi dan juga melaksanakan post-test sebagai bentuk evaluasi
terhadap seluruh materi yang telah diterima selama pelaksanaan KMD.
Kobaran
Api yang Menyalakan Semangat Pengabdian
Ketika
senja mulai berganti malam, seluruh peserta berkumpul di lapangan utama. Dalam
suasana yang tenang, prosesi Api Unggun dimulai sebagai salah satu tradisi yang
paling dinantikan dalam setiap kegiatan kepramukaan.
Perlahan,
nyala api mulai membesar dan menerangi wajah-wajah penuh harapan yang berdiri
mengelilinginya. Kobaran api itu menjadi simbol perjalanan setiap peserta
selama mengikuti KMD yang berawal dari semangat untuk belajar, kemudian tumbuh
menjadi tekad untuk mengabdi sebagai pembina Pramuka yang mampu memberikan
teladan bagi generasi muda.
Suasana
hangat kemudian berlanjut melalui Pentas Seni, yang menghadirkan berbagai
penampilan kreatif dari setiap kelompok. Gelak tawa, tepuk tangan, dan sorak
kebersamaan memenuhi malam, memperlihatkan bahwa proses pendidikan tidak hanya
dibangun melalui pembelajaran formal, tetapi juga melalui kebersamaan yang
menguatkan ikatan persaudaraan.
Menjelang
penghujung malam, suasana kembali berubah menjadi hening dalam Renungan Malam.
Di bawah langit Pucak yang tenang, setiap peserta diajak merenungkan perjalanan
hidup, tanggung jawab sebagai calon pendidik, serta makna pengabdian melalui
Gerakan Pramuka. Momen tersebut menjadi ruang refleksi yang mengingatkan bahwa
menjadi pembina bukanlah tentang kedudukan, melainkan tentang keteladanan yang
terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Hari
terakhir diisi dengan penyampaian materi penutup, forum diskusi, serta upacara
penutupan yang menandai berakhirnya seluruh rangkaian Kursus Pembina Pramuka
Mahir Tingkat Dasar PGSD FIP UNM Tahun 2026.
Pada
kesempatan tersebut, pelatih juga memberikan penghargaan kepada peserta
terbaik dari setiap kelas serta peserta terbaik umum sebagai bentuk
apresiasi atas dedikasi, kedisiplinan, kemampuan akademik, dan sikap selama
mengikuti seluruh proses pendidikan.
Keberhasilan penyelenggaraan KMD PGSD FIP UNM 2026 tidak terlepas dari kerja sama seluruh unsur panitia yang dipimpin oleh Ketua Panitia, Kakak Wahdatil Anugrah, bersama jajaran pengurus Racana Andi Pangeran Pettarani & Emmy Saelan, para pelatih, pembina, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan ini.
Berakhirnya
KMD bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang
lebih besar. Ilmu, pengalaman, serta nilai-nilai yang diperoleh selama tujuh
hari diharapkan menjadi bekal bagi setiap peserta untuk menghidupkan pendidikan
kepramukaan di sekolah, membentuk karakter peserta didik, serta menghadirkan
pembelajaran yang lebih inovatif, humanis, dan berdedikasi.
Sebagaimana
tema yang diusung tahun ini, "The Power of Scouting, the Spirit of
Leadership", KMD PGSD FIP UNM 2026 menjadi bukti bahwa Gerakan Pramuka
bukan hanya tempat belajar keterampilan, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan
pemimpin-pemimpin masa depan yang siap mengabdi melalui dunia pendidikan.
"Seorang pembina mungkin hanya
hadir dalam sebagian kecil perjalanan hidup seorang anak. Namun nilai yang ia
tanamkan dapat tumbuh, berkembang, dan dikenang sepanjang hayat. Itulah
kekuatan sejati pendidikan kepramukaan."
BANGKITLAH RACANAKU PADA BUNDA PERTIWI
SALAM
PRAMUKA! ⚜️

