Selasa, 30 Juni 2026

Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Golongan Penggalang PGSD FIP UNM 2026

Racana Andi Pangeran Pettarani & Emmy Saelan

  Gugusdepan 08.085 – 08.086

Pangkalan: Fakultas Ilmu Pendidikan UNM

📍 Indoor: Convention Hall Fakultas Ilmu Pendidikan UNM, Makassar
📍 Outdoor: Pucak Teaching Farm, Kabupaten Maros
📅 22–28 Juni 2026


Salam Pramuka! ⚜️

MAKASSAR – Menjadi seorang guru berarti memikul tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar menyampaikan ilmu pengetahuan. Seorang pendidik juga dituntut mampu membentuk karakter, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada peserta didik. Salah satu wadah yang memiliki peran penting dalam proses tersebut adalah pendidikan kepramukaan. Berangkat dari semangat itulah, Racana Andi Pangeran Pettarani & Emmy Saelan Gugusdepan 08.085–08.086 Pangkalan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar menyelenggarakan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Golongan Penggalang PGSD FIP UNM Tahun 2026 selama tujuh hari, mulai 22 Juni hingga 28 Juni 2026.

Mengusung tema "The Power of Scouting, the Spirit of Leadership: Mewujudkan Pembina Pramuka Profesional yang Inovatif, Humanis, dan Berdedikasi untuk Masa Depan," kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan calon guru sekolah dasar agar memiliki kompetensi sebagai pembina Pramuka yang profesional. Sebab, bagi mahasiswa PGSD, pendidikan kepramukaan bukan sekadar kegiatan organisasi, melainkan bagian yang tak terpisahkan dari profesi yang kelak mereka emban sebagai pendidik.

Sebanyak 302 peserta dari berbagai angkatan, mulai angkatan 2022 hingga 2025 mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias dan menjadikan KMD 2026 sebagai ruang belajar yang mempertemukan calon-calon pendidik dalam satu tujuan yang sama, yaitu membangun karakter melalui Gerakan Pramuka.


Mengawali Langkah dengan Adat, Membuka Perjalanan dengan Semangat

Pembukaan resmi KMD dilaksanakan di Convention Hall Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. Acara berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh unsur Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Makassar, jajaran Pusat Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Makassar, para pelatih kursus, pembina Racana, pengurus Racana, tamu undangan, serta seluruh peserta KMD.

Rangkaian pembukaan diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya yang dilanjutkan Hymne Satya Darma Pramuka, kemudian pembacaan Surat Keputusan penyelenggaraan kursus serta laporan Ketua Panitia. Sambutan dari Majelis Pembimbing Gugusdepan dan Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Kota Makassar menjadi penguat harapan agar seluruh peserta mampu mengikuti setiap tahapan pendidikan dengan sungguh-sungguh.

Momentum pembukaan semakin bermakna melalui penyerahan Pataka Pusdiklat Cabang Kota Makassar kepada Pimpinan Kursus sebagai simbol amanah penyelenggaraan pendidikan. Prosesi dilanjutkan dengan penancapan kapak, pembacaan Sandi Anging Mammiri, serta penyematan tanda peserta kepada perwakilan peserta sebagai tanda dimulainya perjalanan panjang dalam menempuh Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar.

Empat Hari Menimba Ilmu, Membangun Fondasi Kepemimpinan

Empat hari pertama pelaksanaan KMD difokuskan pada pembelajaran di dalam kelas yang berlangsung di Fakultas Ilmu Pendidikan UNM. Hari pertama diawali dengan pre-test untuk mengetahui kemampuan awal peserta sebelum memasuki rangkaian materi inti.

Selanjutnya, peserta memperoleh berbagai materi yang disampaikan langsung oleh para pelatih dari Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Makassar. Materi yang diberikan mencakup Prinsip Dasar Kepramukaan, Metode Kepramukaan, Sistem Tanda Kecakapan Umum (SKU), Sistem Tanda Kecakapan Khusus (SKK), Administrasi Gugus Depan, Teknik Membina, Upacara, Peraturan Baris Berbaris (PBB), serta berbagai materi pendukung lainnya yang menjadi bekal dasar bagi seorang pembina Pramuka.

Suasana pembelajaran berlangsung interaktif. Tidak hanya menerima teori, peserta juga diajak berdiskusi, menganalisis studi kasus, dan memahami berbagai situasi yang akan mereka hadapi ketika mendampingi peserta didik di Gugus Depan. Proses ini menjadi fondasi penting agar setiap peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya secara tepat dalam praktik pembinaan.

Dari Ruang Kelas Menuju Alam Terbuka

Memasuki hari kelima, seluruh peserta diberangkatkan menuju Pucak Teaching Farm, Kabupaten Maros, untuk melaksanakan rangkaian kegiatan outdoor. Perpindahan lokasi ini menjadi simbol perubahan dari proses belajar secara konseptual menuju pembelajaran yang menekankan pengalaman langsung.

Di alam terbuka, peserta mulai mempraktikkan berbagai kompetensi yang telah dipelajari selama fase indoor. Kegiatan praktik membina menjadi kesempatan bagi setiap peserta untuk melatih kemampuan memimpin, berkomunikasi, mengelola kelompok, serta menerapkan metode kepramukaan secara nyata. Berbagai materi lapangan yang diberikan semakin memperkuat kesiapan peserta sebagai calon pembina Pramuka yang mampu membimbing dengan pendekatan yang inovatif, humanis, dan edukatif.

Alam Menjadi Ruang Belajar, Kebersamaan Menjadi Kekuatan

Hari keenam menjadi salah satu puncak dinamika kegiatan. Sejak pagi, seluruh peserta memulai aktivitas dengan senam bersama yang dilanjutkan dengan hiking menyusuri kawasan Pucak. Perjalanan tersebut bukan sekadar menguji ketahanan fisik, tetapi juga mengajarkan pentingnya kerja sama, komunikasi, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Setelah itu, peserta mengikuti kegiatan muatan lokal melalui praktik memasak secara berkelompok. Aktivitas sederhana ini mengajarkan pentingnya pembagian tugas, kreativitas, serta kemampuan menyelesaikan persoalan bersama dalam kondisi lapangan.

Suasana semakin meriah ketika seluruh peserta mengikuti karnaval, menampilkan kreativitas, kekompakan, dan semangat kebersamaan yang telah tumbuh selama mengikuti rangkaian kegiatan. Setelah aktivitas tersebut, peserta kembali menerima materi dan juga melaksanakan post-test sebagai bentuk evaluasi terhadap seluruh materi yang telah diterima selama pelaksanaan KMD.

Kobaran Api yang Menyalakan Semangat Pengabdian

Ketika senja mulai berganti malam, seluruh peserta berkumpul di lapangan utama. Dalam suasana yang tenang, prosesi Api Unggun dimulai sebagai salah satu tradisi yang paling dinantikan dalam setiap kegiatan kepramukaan.

Perlahan, nyala api mulai membesar dan menerangi wajah-wajah penuh harapan yang berdiri mengelilinginya. Kobaran api itu menjadi simbol perjalanan setiap peserta selama mengikuti KMD yang berawal dari semangat untuk belajar, kemudian tumbuh menjadi tekad untuk mengabdi sebagai pembina Pramuka yang mampu memberikan teladan bagi generasi muda.

Suasana hangat kemudian berlanjut melalui Pentas Seni, yang menghadirkan berbagai penampilan kreatif dari setiap kelompok. Gelak tawa, tepuk tangan, dan sorak kebersamaan memenuhi malam, memperlihatkan bahwa proses pendidikan tidak hanya dibangun melalui pembelajaran formal, tetapi juga melalui kebersamaan yang menguatkan ikatan persaudaraan.

Menjelang penghujung malam, suasana kembali berubah menjadi hening dalam Renungan Malam. Di bawah langit Pucak yang tenang, setiap peserta diajak merenungkan perjalanan hidup, tanggung jawab sebagai calon pendidik, serta makna pengabdian melalui Gerakan Pramuka. Momen tersebut menjadi ruang refleksi yang mengingatkan bahwa menjadi pembina bukanlah tentang kedudukan, melainkan tentang keteladanan yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya.



Menutup Kursus, Memulai Pengabdian

Hari terakhir diisi dengan penyampaian materi penutup, forum diskusi, serta upacara penutupan yang menandai berakhirnya seluruh rangkaian Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar PGSD FIP UNM Tahun 2026.

Pada kesempatan tersebut, pelatih juga memberikan penghargaan kepada peserta terbaik dari setiap kelas serta peserta terbaik umum sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kedisiplinan, kemampuan akademik, dan sikap selama mengikuti seluruh proses pendidikan.

Keberhasilan penyelenggaraan KMD PGSD FIP UNM 2026 tidak terlepas dari kerja sama seluruh unsur panitia yang dipimpin oleh Ketua Panitia, Kakak Wahdatil Anugrah, bersama jajaran pengurus Racana Andi Pangeran Pettarani & Emmy Saelan, para pelatih, pembina, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan ini.

Berakhirnya KMD bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Ilmu, pengalaman, serta nilai-nilai yang diperoleh selama tujuh hari diharapkan menjadi bekal bagi setiap peserta untuk menghidupkan pendidikan kepramukaan di sekolah, membentuk karakter peserta didik, serta menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif, humanis, dan berdedikasi.

Sebagaimana tema yang diusung tahun ini, "The Power of Scouting, the Spirit of Leadership", KMD PGSD FIP UNM 2026 menjadi bukti bahwa Gerakan Pramuka bukan hanya tempat belajar keterampilan, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan pemimpin-pemimpin masa depan yang siap mengabdi melalui dunia pendidikan.

"Seorang pembina mungkin hanya hadir dalam sebagian kecil perjalanan hidup seorang anak. Namun nilai yang ia tanamkan dapat tumbuh, berkembang, dan dikenang sepanjang hayat. Itulah kekuatan sejati pendidikan kepramukaan."

BANGKITLAH RACANAKU PADA BUNDA PERTIWI

SALAM PRAMUKA! ⚜️

 


0 comments:

Posting Komentar