RAPAT KERJA PENGURUS RACANA ANDI PANGERAN PETTARANI DAN EMMY SAELAN MASA BAKTI 2025–2026
“Revitalisasi Kultur Bekerja Sama dalam Mewujudkan Racana yang Berintegritas dan Berkemajuan”
Gedung Mini Teater & Kelas Percontohan FIP UNM – 9 Maret 2025
Gudep 08.085 – 08.086
Pangkalan: Fakultas Ilmu Pendidikan UNM | Sekretariat: Jl. Tamalate I, Kampus FIP UNM
Langit pagi minggu, 09 Maret 2025 menyambut dengan kelembutan yang seakan memberi restu pada langkah penuh niat para penggerak organisasi. Bertempat di Gedung Mini Teater FIP UNM, segenap pengurus Racana Andi Pangeran Pettarani dan Emmy Saelan menapaki tahap awal dalam perjalanan satu periode ke depan yakni Rapat Kerja Pengurus Masa Bakti 2025–2026. Kegiatan ini bukan sekadar forum penyusunan program kerja, melainkan arena penguatan tekad dan arah kompas perjuangan yang dilandasi semangat revitalisasi, kerja sama, integritas, dan kemajuan. Momen ini menjadi titik temu antara harapan dan rencana konkret, sebuah langkah awal yang membawa semangat kolektif dalam membangun Racana sebagai wadah yang progresif dan berakar kuat pada nilai-nilai kepanduan.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Gugusdepan Racana Andi Pangeran Pettarani, Bapak Bhakti Prima Findiga Hermuttaqien, S.Pd., M.Pd., yang dalam sambutannya menegaskan bahwa gerakan pramuka bukan hanya wadah pembelajaran, tetapi tempat lahirnya pemimpin masa depan yang unggul secara intelektual, tangguh secara moral, dan cerdas dalam kolaborasi. Beliau menekankan bahwa organisasi yang hebat tidak dibangun dalam semalam, tetapi melalui proses panjang yang penuh dedikasi dan kerja nyata, serta dilandasi oleh nilai integritas yang tak tergoyahkan.
Rapat kerja ini dihadiri oleh seluruh pengurus aktif serta didampingi oleh Steering Committee sekaligus Pendamping Pembina, Dewan Racana, dan Purna Bakti. Mereka hadir sebagai pemandu arah dan penjaga nilai, memastikan bahwa seluruh rancangan program tidak kehilangan akar filosofi Racana yang telah tumbuh puluhan tahun. Di sinilah ruh kebersamaan tumbuh, karena sejatinya Racana bukan sekadar struktur, melainkan keluarga intelektual dan spiritual. Peran mereka begitu krusial dalam membentuk suasana dialog yang inklusif dan reflektif, serta menumbuhkan semangat lintas generasi dalam merawat kesinambungan organisasi.
Forum Rapat Kerja dimulai di Gedung Mini Teater. Di sana, para Dewan Racana memulai pemaparannya yang berikan langsung arahan oleh Steering Committee sekaligus Pendamping Pembina dengan penuh kedalaman dan motivasi. Reka Teknik Kepramukaan (Tekpram) menjadi pembuka sesi pemaparan reka, menyampaikan draft program kerja yang disusun berdasarkan riset kebutuhan organisasi dan refleksi capaian pada periode sebelumnya. Di antara program yang diusulkan terdapat PKPD 1, KMD, dan kegiatan penguatan teknis kepramukaan lainnya. Mereka tak sekadar bicara rencana, tetapi menunjukkan pemahaman terhadap dinamika internal Racana yang terus bergerak dan berkembang dari tahun ke tahun. Pemaparan ini menggambarkan keseriusan dan kesiapan Reka Tekpram dalam menumbuhkan kembali semangat kepanduan berbasis nilai dan kemampuan teknis anggota.
Forum dilanjutkan di Kelas Percontohan FIP UNM, tempat di mana suasana diskusi menjadi lebih intim dan fokus per bidang. Di sana, giliran Reka Infokom, Reka Urat, dan Reka Kesrac menyampaikan program masing-masing. Reka Informasi dan Komunikasi (Infokom) hadir sebagai wajah publik Racana, memaparkan rencana penguatan informasi dan publikasi digital yang bersifat strategis dan berkelanjutan. Mereka menitikberatkan pada optimalisasi media sosial dan pengembangan platform komunikasi internal yang dinamis, sebagai sarana menyampaikan pesan organisasi yang profesional dan menginspirasi.
Sementara itu, Reka Urusan Rumah Tangga (Urat) menampilkan program yang difokuskan pada penguatan sistem koordinasi dan administrasi, sebagai tulang punggung keberlangsungan organisasi. Reka ini juga menjadi pengelola inventaris Racana, memastikan bahwa seluruh aset terkelola rapi dan fungsional. Reka Urat adalah urat nadi yang menjaga organisasi tetap hidup dan teratur, tidak hanya dari segi teknis, tetapi juga etika kerja internal.
Reka Kesejahteraan Racana (Kesrac) hadir sebagai penggerak roda kewirausahaan dan pengembangan kemandirian organisasi. Mereka menawarkan program yang tidak hanya menghasilkan secara ekonomi, tetapi juga mendidik anggota Racana agar memahami pentingnya kemandirian finansial dan jiwa entrepreneurship sejak dini. Kegiatan seperti produksi merchandise, bazar kreatif, hingga kolaborasi eksternal menjadi bagian dari visi besar yang mereka tawarkan. Reka ini berkomitmen menjadikan setiap peluang ekonomi sebagai medium pembelajaran, sekaligus membangun fondasi finansial yang stabil bagi organisasi.
Setiap bidang menyampaikan rencana mereka dengan komitmen dan argumentasi yang matang. Seluruh peserta forum, dari yang paling muda hingga para senior yang telah menempuh jalan panjang di Racana, turut memberi masukan, menyelaraskan visi, dan memastikan setiap program tidak hanya menjawab kebutuhan, tetapi juga membuka peluang baru. Forum ini menjadi ruang penguatan dialog strategis antar bidang, memperkuat budaya saling mendengar dan berpikir jauh ke depan, serta membentuk tradisi evaluasi partisipatif yang terus diperbarui.
Forum ini menunjukkan satu hal penting: bahwa Racana adalah rumah yang dibangun dari partisipasi, bukan dominasi. Bahwa integritas tidak lahir dari aturan, tetapi dari kejujuran, kesadaran, dan tanggung jawab bersama. Dan di sinilah kita menyaksikan semangat itu tumbuh dalam bentuk nyata dalam draf program, dalam saling menyimak, dalam saling menguatkan. Inilah ruang di mana organisasi tidak hanya dirancang, tetapi dijiwai bersama oleh mereka yang percaya bahwa perubahan dimulai dari kolaborasi dan keberanian untuk bergerak.
Bangkitlah, wahai anak panah bangsa, Bangkitlah dari titik diam menuju semesta pengabdian. Bangkit bukan karena ditunjuk, Tapi karena sadar bahwa ini adalah jalan juang. Jangan biarkan langkahmu ragu, Karena Ibu Pertiwi menunggumu, Dengan dada terbuka dan harap yang tak putus. Bangkitlah, Racanaku. Karena waktu tidak menunggu. Dan bumi ini terlalu agung untuk kita tinggalkan sunyi.
BANGKITLAH RACANAKU PADA BUNDA PERTIWI
SALAM PRAMUKA




0 comments:
Posting Komentar