Selasa, 17 Juni 2025

BUKA BERSAMA PCTR XV DAN PENGURUS RACANA ANDI PANGERAN PETTARANI DAN EMMY SAELAN

 

BUKA BERSAMA PCTR XV DAN PENGURUS RACANA ANDI PANGERAN PETTARANI DAN EMMY SAELAN

📍 Minggu, 16 Maret 2025
Gedung Koridor HM lt 2 , Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar

Ramadhan selalu membawa getar rasa yang berbeda. Ia bukan sekadar bulan, melainkan ruang waktu yang menghadirkan keheningan paling jujur, di mana manusia menepi dari riuh dunia dan kembali memandang ke dalam dirinya. Dalam nuansa suci dan syahdu inilah, Racana Andi Pangeran Pettarani dan Emmy Saelan menenun kebersamaan dalam Buka Puasa Bersama PCTR XV dan Pengurus Racana, yang digelar pada Minggu, 16 Maret 2025 di Gedung Koridor HM lt 2 Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar.

Hari itu, sejak pagi merekah, rona semangat telah terbit di wajah-wajah para reka. Langkah pertama dimulai dari perjalanan menuju Pasar Terong. Bukan sekadar belanja logistik, tetapi juga menapaki proses awal dari rangkaian kebersamaan. Suara tawar-menawar di pasar bersanding mesra dengan senyum dan candaan antar reka, menjadikan setiap detik di pasar terasa hidup dan penuh makna. Di antara sayur, bumbu, dan bahan masakan, terselip harapan akan kebersamaan yang lebih hangat dari sekadar hidangan di meja.

Sesampainya di Sanggar Racana Petasan, proses pemasakan pun dimulai. Tempat sederhana itu menjadi dapur cinta, tempat nilai gotong royong dipraktikkan, bukan sekadar diajarkan. Setiap tangan yang memotong, mengaduk, dan mengecap rasa, bukan hanya bekerja mereka sedang berbagi jiwa. Tidak ada yang lebih tinggi, tidak ada yang lebih rendah. Semua bergerak dalam satu irama: irama kesadaran bahwa Racana adalah rumah yang dijaga bersama, dijalani bersama, dan tumbuh bersama.

Saat senja mulai jatuh, seluruh hidangan siap dibawa ke lokasi kegiatan. Di Gedung Koridor HM lt 2, tikar digelar, sajian ditata, dan setiap orang menempati tempatnya dengan hati yang lapang. Menjelang adzan, aroma masakan memenuhi ruangan, menciptakan suasana yang tak hanya menggugah rasa lapar, tetapi juga menggerakkan rasa syukur. Ketika suara adzan berkumandang lembut dari pengeras masjid kampus, semua menunduk dan membuka puasa bersama dengan gorengan hangat serta segelas es buah yang menyegarkan.

Tidak ada kemewahan, tetapi justru di sanalah letak keindahannya. Sederhana, tapi mengikat. Sehabis berbuka, semua reka bergegas mengambil wudhu dan melaksanakan salat maghrib berjamaah. Dalam tiap gerakan salat yang tertib dan hening, terpatri ketenangan yang tidak bisa diciptakan oleh kata-kata. Kebersamaan dalam doa membuat malam itu lebih dari sekadar ritual, ia menjadi perjumpaan antara hati dan tujuan.

Setelah itu, santap malam dilanjutkan bersama. Makanan yang disiapkan sendiri terasa jauh lebih nikmat karena ditaburi peluh, tawa, dan keikhlasan. Rasa capai yang terselip tidak mengalahkan rasa hangat yang menyelimuti. Obrolan ringan, tawa yang meledak tiba-tiba, hingga diam yang saling mengerti, menjadi penanda bahwa Racana adalah ruang yang tidak pernah sepi dari kasih.

Menjelang malam berakhir, seluruh peralatan dicuci bersama. Piring-piring dilap bersih, alat masak disusun rapi kembali, ruangan dibereskan. Tidak ada satu pun yang pergi sebelum semuanya selesai. Kedisiplinan bukan hanya dibicarakan, tapi dihidupi. Dan ketika semuanya rampung, reka kembali ke kos masing-masing untuk beristirahat dan melanjutkan ibadah tarawih di tempat masing-masing.

Buka bersama ini bukan hanya kegiatan rutin yang terjadwal di kalender organisasi. Ia adalah ruang refleksi, ruang penyatuan, dan ruang penguatan bagi setiap individu yang memilih jalan pengabdian ini. Kebersamaan yang tumbuh dari aktivitas kecil seperti memasak dan makan bersama, sejatinya menjadi fondasi kuat dalam mengikat rasa sebagai satu keluarga besar.

Malam itu menjadi saksi bahwa nilai-nilai kepramukaan, nilai kekeluargaan, dan nilai pengorbanan tidak hanya hidup dalam teori dan baris-berbaris, tetapi menjelma dalam tindakan nyata yang paling sederhana. Dalam secangkir es buah yang dibagi, dalam sendok yang disuapkan, dan dalam sapaan hangat antar reka, terkandung jiwa Racana yang terus hidup dari generasi ke generasi.

Bangkit bukan karena diminta,
tetapi karena panggilan dalam dada telah mengetuk dengan lembut dan lantang sekaligus.
Bangkit bukan untuk dikenang,
melainkan untuk mewariskan semangat yang tidak pernah padam pada mereka yang akan datang.
Bangkit karena jalan pengabdian ini tidak boleh putus,
karena masa depan bangsa berakar dari nilai-nilai yang dijaga dalam sunyi.
Bangkit sebagai nyala yang tak pernah padam,
di bawah langit dan di hadapan tanah ibu.

BANGKITLAH RACANAKU PADA BUNDA PERTIWI

SALAM PRAMUKA


INDOOR PCTR XV RACANA ANDI PANGERAN PETTARANI DAN EMMY SAELAN

 

INDOOR PCTR XV

RACANA ANDI PANGERAN PETTARANI DAN EMMY SAELAN

📍 Gedung Mini Teater FIP UNM, 16 Maret 2025
Gugusdepan 08.085 – 08.086 | Pangkalan: Fakultas Ilmu Pendidikan UNM
Sekretariat: Jl. Tamalate I, Kampus FIP UNM

Dalam harmoni waktu yang terus bergerak, tak ada yang lebih menggetarkan selain momen ketika generasi baru diperkenalkan pada jalan pengabdian. Tepat pada hari Minggu, 16 Maret 2025, Gedung Mini Teater Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar menjadi saksi perhelatan sakral INDOOR PCTR XV kegiatan pembuka dari proses panjang Penerimaan Calon Tamu Racana bagi mereka yang hendak menjadi bagian dari keluarga besar Racana Andi Pangeran Pettarani dan Emmy Saelan. Di balik kesederhanaan tempat, tersembunyi harapan besar yang mengakar dan bertumbuh di jiwa para calon anggota.

Indoor PCTR bukan sekadar sebuah rangkaian kegiatan formil, melainkan permulaan yang menyatukan nilai-nilai kepramukaan dan semangat kepandegaan ke dalam diri generasi muda. Dengan mengusung tema “Bangun Karakter Kuat Gen Z dengan Pendidikan Pramuka Berprestasi”, kegiatan ini menjadi manifestasi dari cita-cita Racana dalam membentuk pribadi tangguh, berintegritas, serta memiliki daya saing tinggi di tengah arus zaman yang semakin menuntut adaptasi dan keteguhan prinsip. Tema ini tidak hanya menjadi pelengkap seremoni, tetapi menjadi napas yang menyusup ke dalam setiap materi, tatapan, dan langkah yang hadir pada hari itu.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Gugusdepan, Bapak Bhakti Prima Findiga Hermuttaqien, S.Pd., M.Pd., yang dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan karakter melalui pramuka bukan sekadar pelatihan fisik, tetapi penanaman nilai-nilai luhur yang menjadi kompas hidup. Dengan penuh ketulusan, beliau menyampaikan pesan agar calon anggota tidak hanya menyerap informasi, melainkan membiarkan nilai-nilai itu tumbuh menjadi fondasi moral dan spiritual. Bahwa seorang Pramuka Pandega adalah mereka yang berpikir, merasa, dan bertindak demi bangsa, tanpa kehilangan jati dirinya sebagai insan berbudaya.

Sebanyak 41 peserta hadir dan mengikuti Indoor PCTR XV dengan penuh antusiasme dan semangat yang menyala. Mereka adalah calon-calon tamu yang membawa mimpi, keresahan, dan rasa ingin tahu untuk disatukan dalam satu wadah bernama Racana. Angka 41 bukan hanya jumlah, melainkan representasi dari 41 jiwa yang sedang mencari arah, dan berharap menemukan makna dalam setiap proses yang dilalui.

Indoor PCTR kali ini diisi dengan dua materi utama. Materi pertama dibawakan oleh Kak Zulfadli Rais, S.Pd, yang mengangkat tema Sejarah Racana. Dalam penyampaiannya yang hangat dan menggugah, beliau mengajak peserta menyusuri jejak-jejak perjuangan para pendahulu mulai dari cikal bakal terbentuknya Racana, semangat yang membakar para pelopor, hingga nilai-nilai yang diwariskan hingga hari ini. Bagi Kak Zul, sejarah bukan untuk dikenang dalam diam, melainkan untuk dihidupi dalam tindakan. Racana bukan hanya organisasi, tapi warisan semangat perjuangan yang mesti terus dinyalakan dari generasi ke generasi.

Materi kedua dilanjutkan oleh Kak Gr. Nur Alim, S.Pd, yang membahas tentang Kepemimpinan. Dengan pendekatan yang membumi dan reflektif, beliau menjelaskan bahwa kepemimpinan sejati dimulai dari kemampuan untuk memimpin diri sendiri. Dalam ruang yang dipenuhi keheningan penuh makna, para peserta diajak memahami makna tanggung jawab, etika komunikasi, serta keberanian mengambil keputusan. Kepemimpinan bukan hanya jabatan, tetapi panggilan untuk menjadi cahaya yang meski kecil, mampu menerangi jalan banyak orang.

Kegiatan ini dihadiri pula oleh seluruh pengurus aktif, para pembina pendamping yakni Kak Heri, Kak Alim, serta purna bakti Racana seperti Kak Landi. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai simbol kontinuitas, tetapi sebagai mata air semangat dan teladan yang menyentuh langsung relung hati para peserta. Setiap senyum, bimbingan, dan petuah menjadi benih nilai yang akan tumbuh dalam hati dan perilaku para calon anggota di masa mendatang. Kehadiran mereka membentuk ruang yang sarat kasih, seperti keluarga yang menyambut anak-anaknya pulang dari perjalanan panjang pencarian jati diri.

Indoor PCTR XV bukan hanya tentang penyampaian materi, tetapi proses penyadaran kolektif bahwa menjadi bagian dari Racana adalah tentang menghidupkan nilai-nilai, menjaga warisan, dan menyulam mimpi dalam bingkai pengabdian. Kegiatan ini menjadi landasan sebelum para peserta melanjutkan proses Outdoor PCTR, yang kelak akan menantang mereka untuk menerapkan semua ilmu, nilai, dan semangat dalam situasi nyata yang sarat dinamika.

Bangkit bukan hanya tentang melawan rasa lelah,
tetapi tentang mencintai tanah yang menumbuhkan kita.
Bangkit bukan hanya menyuarakan harapan,
tetapi tentang menjadikan diri sebagai jawaban.
Bangkit adalah janji tak bersuara
yang diikrarkan dalam hati setiap Pandega
untuk menjaga, merawat, dan menyinari negeri.
Bangkitlah, Racanaku
di bawah langit Ibu Pertiwi,
jadilah generasi yang menghidupkan nilai,
menyalakan semangat, dan menabur cahaya

BANGKITLAH RACANAKU PADA BUNDA PERTIWI

SALAM PRAMUKA

OUTDOOR PCTR XV RACANA ANDI PANGERAN PETTARANI DAN EMMY SAELAN

 

OUTDOOR PCTR XV

RACANA ANDI PANGERAN PETTARANI DAN EMMY SAELAN

📍 Manggala Agni Daops Gowa, 25–27 April 2025
Gugusdepan 08.085 – 08.086 | Pangkalan: Fakultas Ilmu Pendidikan UNM
Sekretariat: Jl. Tamalate I, Kampus FIP UNM

Kala cahaya mentari Jumat pagi menembus celah dedaunan di kaki Gunung Bawakaraeng, sebuah langkah baru kembali ditapaki oleh Racana Andi Pangeran Pettarani dan Emmy Saelan. Pada 25 hingga 27 April 2025, sebanyak puluhan calon anggota muda mengikuti OUTDOOR PCTR XV sebuah tahapan sakral dalam dinamika kepramukaan, tempat di mana benih semangat pramuka Pandega ditanam, dipupuk, dan diuji di tengah alam yang menjadi guru paling jujur. Kegiatan ini diselenggarakan di Manggala Agni Daops Gowa, Jl. Malino, Lanna, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, sebuah lokasi yang tak hanya menyuguhkan keindahan panorama, tapi juga menghadirkan suasana sunyi yang mengundang renungan mendalam tentang arti menjadi bagian dari Racana.

Dengan mengangkat tema “Bangun Karakter Kuat Gen Z dengan Pendidikan Pramuka Berprestasi,” kegiatan ini menjadi ruang penempaan bagi para Calon Tamu Racana generasi XV. Dalam tiga hari penuh, mereka tak hanya diperkenalkan pada nilai dan sejarah Racana, tetapi juga diajak menyelami keheningan alam untuk bertemu dengan dirinya sendiri. Outdoor bukan hanya kegiatan luar ruangan, tetapi sebuah upaya menyentuh sisi terdalam manusia di mana kejujuran, ketangguhan, dan komitmen diuji dalam senyapnya malam dan beratnya rintangan.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Gugusdepan, Bapak Bhakti Prima Findiga Hermuttaqien, S.Pd., M.Pd., yang dalam sambutannya menyerukan pentingnya membangun karakter kuat dan tangguh di tengah gempuran zaman. Beliau menekankan bahwa pendidikan Pramuka harus menjadi penopang utama dalam membentuk manusia yang bukan hanya cerdas, tetapi juga berwatak. Di sinilah Outdoor PCTR XV menjadi ruang aktualisasi dari cita-cita itu, menjadikannya sebagai momentum kelahiran karakter.

Dari total 47 Calon Tamu Racana generasi XV, sebanyak 43 orang hadir dan mengikuti kegiatan OUTDOOR PCTR XV secara penuh. Sementara itu, empat peserta lainnya berhalangan hadir dengan alasan yang logis dan dapat diterima oleh panitia namun semangat mereka tetap menyatu dalam setiap proses, seakan berjalan bersama dari kejauhan. Jumlah ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan antusiasme dan kesungguhan generasi muda dalam menapaki perjalanan awal menjadi Pandega sejati.

Salah satu momen paling dinanti dalam kegiatan ini adalah Hiking, sebuah perjalanan fisik dan batin yang membawa para peserta menelusuri rute alam yang menantang. Mereka berjalan bersama, menyusuri jalan berbatu, menembus hutan, menyeberangi aliran air yang bening, dan mendaki bukit yang menguji napas. Namun lebih dari sekadar berjalan, hiking ini mengajarkan makna ketekunan, kesabaran, serta pentingnya kolaborasi dalam setiap langkah. Dalam perjalanan itu, peserta belajar bahwa kebersamaan bukan sekadar berada di tempat yang sama, tapi saling menopang dan menguatkan dalam menghadapi kelelahan dan rintangan.

Di tengah kegiatan, kehadiran pendamping pembina menjadi energi tersendiri. Kak Heri, Kak Alim, Kak Syamsul, dan Kak Wahida mendampingi dengan penuh ketulusan, memastikan bahwa setiap proses berjalan sesuai dengan nilai-nilai kepramukaan. Mereka hadir bukan hanya sebagai pembina, tetapi sebagai penuntun arah yang memberi teladan nyata tentang bagaimana menjadi bagian dari Racana yang berpijak pada etika dan nilai luhur. Sementara itu, kehadiran dua Purna Bakti, yakni Kak Arjun dan Kak Ali, menghadirkan hikmah dari masa lalu. Mereka berbagi kisah tentang pengabdian, tantangan, dan perjuangan yang telah mereka lalui, sebagai cermin agar para calon anggota baru memahami bahwa Racana bukan sekadar organisasi, melainkan rumah perjuangan.

OUTDOOR PCTR XV bukan hanya tentang aktivitas fisik dan materi pembinaan. Ia menjadi refleksi kolektif atas arah perjalanan Racana. Di malam hari, saat bara unggun menyala dan langit dipenuhi bintang, para peserta diajak merenung tentang siapa mereka, ke mana langkah ini akan dibawa, dan apa arti sebenarnya dari menjadi Pandega. Suasana hening itu menjadi ruang yang membungkam ego, membasuh ambisi, dan menyadarkan bahwa setiap individu adalah bagian dari sejarah yang terus ditulis bersama.

Di sela-sela kegiatan, semangat solidaritas semakin menguat. Calon anggota mulai memahami bahwa Racana bukan hanya tentang kegiatan seremonial atau administrasi organisasi. Ia adalah keluarga besar yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, penghargaan terhadap tradisi, dan dedikasi terhadap masyarakat. Melalui diskusi, praktik lapangan, serta interaksi antargenerasi, Outdoor PCTR XV menjadi ruang berproses yang utuh: tempat karakter ditempa, ego dikikis, dan rasa memiliki ditanam dalam hati yang tulus.

Ketika sore terakhir menyambut pada tanggal 27 April 2025, tak ada peluit panjang atau teriakan kemenangan. Yang ada hanyalah mata yang lebih teduh, langkah yang lebih mantap, dan hati yang lebih bersahaja. Mereka yang hadir kini tak lagi sama seperti saat mereka datang. Mereka telah melewati ujian, bukan untuk menjadi yang terbaik, tetapi untuk menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri sebuah organisasi yang tumbuh dari tanah, berkiblat pada langit, dan berpijak pada cinta kepada negeri.

Dengan berakhirnya kegiatan pada Minggu sore, bukan berarti perjalanan selesai. Justru dari titik itulah, mereka yang dulunya hanya tamu kini bersiap menjadi bagian utuh dari Racana. Mereka pulang bukan hanya membawa kenangan, tetapi juga membawa harapan, tekad, dan semangat untuk memberi warna dalam setiap denyut nadi organisasi.

Bangkit, bukan hanya karena tugas memanggil,
tetapi karena jiwamu telah menyatu dengan tanah tempatmu berpijak.
Bangkit dari sunyi yang semu, dari keraguan yang merintangi.
Bangkit sebagai anak panah sejarah,
yang ditarik jauh agar mampu melesat jauh ke depan.
Bunda Pertiwi merindukanmu,
bukan sebagai anak bangsa yang hadir biasa-biasa saja,
tetapi sebagai penjaga nilai, pelestari tradisi, dan pewaris cahaya.
Bangkitlah Racanaku,
karena zaman tak menunggu,
dan perjuangan tak pernah menepi.

BANGKITLAH RACANAKU PADA BUNDA PERTIWI

SALAM PRAMUKA

Senin, 16 Juni 2025

UPGRADING PENGURUS RACANA ANDI PANGERAN PETTARANI DAN EMMY SAELAN MASA BAKTI 2025-2026


UPGRADING PENGURUS RACANA ANDI PANGERAN PETTARANI DAN EMMY SAELAN


Masa Bakti 2025–2026

“Membangun Semangat Kebersamaan Demi Terciptanya Pengurus Racana Petasan yang Aktif dan Progresif”
📍 Gedung Mini Teater Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar

Minggu, 16 Maret 2025
Gugusdepan 08.085 – 08.086

Pangkalan: Fakultas Ilmu Pendidikan UNM | Sekretariat: Jl. Tamalate I, Kampus FIP UNM

Langit fajar pada hari Minggu 16 Maret 2025 mengiringi langkah para pejuang muda Racana dengan semilir angin yang menghidupkan semangat baru. Di bawah naungan Gedung Mini Teater Fakultas Ilmu Pendidikan UNM. Di sanalah para pengurus Racana Andi Pangeran Pettarani dan Emmy Saelan masa bakti 2025–2026 berkumpul dalam satu irama: untuk saling mengenal lebih dalam, membangun solidaritas, serta menumbuhkan semangat juang demi kelangsungan organisasi yang mereka cintai. Upgrading ini bukan sekadar kegiatan formal, namun sebuah proses internalisasi nilai–nilai kepemimpinan, kekeluargaan, dan komitmen kolektif yang menjadi denyut nadi kehidupan Racana.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Gugusdepan 08.085–08.086, Bapak Bhakti Prima Findiga Hermuttaqien, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Racana adalah laboratorium kepemimpinan yang sesungguhnya tempat di mana gagasan tumbuh menjadi aksi, dan komitmen diuji melalui tantangan nyata. Beliau menegaskan bahwa pembinaan dalam Racana bukanlah proses yang instan, melainkan proses panjang yang membutuhkan kesabaran, keikhlasan, serta keberanian untuk terus belajar dan bertumbuh. Kehadiran beliau menjadi simbol kuat bahwa Racana bukan sekadar organisasi, tetapi ekosistem nilai yang menghidupi visi pendidikan karakter.

Upgrading ini dihadiri oleh seluruh pengurus Racana masa bakti 2025–2026, para pendamping pembina yang senantiasa menjadi penjaga arah organisasi, serta kakak-kakak Purna Bakti yang dengan penuh cinta tak henti menyalakan pelita pengalaman. Kebersamaan seluruh elemen ini menghadirkan atmosfer kekeluargaan yang hangat, sekaligus memperkuat pondasi kolaboratif dalam menjalankan roda organisasi. Setiap kehadiran yang terhitung adalah bagian dari mozaik kekuatan Racana, yang saling mengisi, saling menguatkan.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan solidaritas dan kesadaran kolektif antar pengurus, serta memberikan pemahaman yang menyeluruh mengenai tugas dan fungsi masing-masing dalam struktur organisasi. Lebih dari itu, upgrading ini juga bertujuan untuk meng-upgrade pengetahuan dan keterampilan setiap individu sebagai indikator kinerja yang berdampak langsung terhadap keberjalanan program-program Racana. Di sinilah tiap anggota tidak hanya dituntut untuk hadir secara fisik, tetapi juga secara utuh pikiran, hati, dan tindakannya menjadi satu kesatuan.

Sesi pertama diisi oleh Kakak Heri, seorang pembina berpengalaman yang membawakan materi mengenai kepemimpinan dalam konteks Pramuka Pandega. Beliau mengawali dengan mengurai makna kepemimpinan dari akar hingga cabangnya dengan membedakan antara pemimpin, kepemimpinan, dan unsur-unsur yang menyusun keduanya. Dalam konteks ambalan, beliau menekankan empat unsur penting kepemimpinan: pemahaman terhadap tugas dan tanggung jawab, penerapan sistem among, keterlibatan aktif dalam diskusi Racana, serta pengembangan keterampilan melalui praktik nyata baik dalam bentuk proyek, instruksi, kursus, maupun pelatihan. Kepemimpinan dalam Racana bukan soal memberi perintah, tetapi bagaimana seorang Pandega memberi teladan.

Kak Heri juga membahas Syarat Kecakapan Umum (SKU) secara mendalam. Beliau menjelaskan empat pokok utama SKU dan tujuannya dalam mendampingi proses perkembangan anggota. SKU bukan hanya alat ukur, tetapi peta perjalanan setiap Pandega dalam mengeksplorasi kapasitas dirinya. Lebih lanjut, materi beliau mencakup metode pembinaan, teknik evaluasi, serta kontribusi nyata kepada masyarakat. Penekanan pada kontribusi sosial menunjukkan bahwa kehadiran Racana tidak hanya relevan untuk anggotanya, tetapi juga untuk komunitas luas yang membutuhkan keberdayaan dan keteladanan.

Pemateri kedua, Kak Landi, hadir dengan materi yang lebih filosofis, namun tak kalah penting yakni Budaya Organisasi dan Adat Racana. Dengan gaya yang hangat namun penuh wibawa, beliau menjelaskan perbedaan antara lembaga dan organisasi  di mana lembaga lahir dari kebutuhan masyarakat, sedangkan organisasi tumbuh dari kehendak orang-orang yang memiliki visi yang sama. Di sinilah Racana berdiri: sebagai ruang di mana budaya, nilai, norma, dan kepemimpinan saling berkelindan membentuk jati diri bersama.

Budaya organisasi dalam Racana terdiri dari nilai-nilai seperti gotong royong, integritas, dan kerapian administrasi. Ia berkembang dalam dua bentuk: terbuka dan tertutup, fleksibel maupun transparan. Di sinilah kekhasan Racana sebagai organisasi yang adaptif namun tetap memegang teguh identitasnya. Sementara adat Racana sebagai kebiasaan yang dipegang teguh dan diturunkan dari generasi ke generasi ditentukan oleh unsur-unsur yang berpijak pada kode etik, nilai, prinsip, program, reward, punishment, dan pelestarian tradisi. Adat ini bukan sekadar formalitas, tetapi denyut moral yang menjadikan Racana bukan hanya organisasi, tetapi rumah nilai.

Tantangan yang dihadapi Racana dalam era modern sangat kompleks. Kak Landi menyoroti masalah seperti globalisasi, rendahnya minat generasi muda, keterbatasan sumber daya manusia, dan perubahan lingkungan sosial yang cepat. Namun, beliau tidak berhenti pada keluhan. Sebaliknya, ia menawarkan strategi transformasional, mulai dari memaksimalkan budaya anggota, menjaga nilai dan teladan, aktif dalam program kerja, hingga merawat tradisi sambil tetap terbuka terhadap inovasi. Semua ini menjadi bagian dari upaya membentuk Racana sebagai ruang tumbuh yang relevan, inklusif, dan berdaya tahan.

Kegiatan upgrading ini menjadi momen kontemplatif yang menyentuh hati, sekaligus membangun fondasi kuat bagi perjalanan organisasi ke depan. Di tengah perubahan zaman dan derasnya arus tantangan, Racana tetap menjadi tempat berpijak yang kukuh, tempat para Pandega belajar untuk setia pada nilai, tangguh dalam tindakan, dan rendah hati dalam pelayanan. Setiap materi yang disampaikan, setiap dialog yang terjadi, dan setiap semangat yang tumbuh dari diskusi hari itu adalah bukti bahwa Racana bukan sekadar tempat singgah, tapi rumah tumbuh bagi manusia pembelajar sejati.

Bangkitlah, wahai anak panah bangsa,
Bangkitlah dari titik diam menuju semesta pengabdian.
Bangkit bukan karena ditunjuk,
Tapi karena sadar bahwa ini adalah jalan juang.
Jangan biarkan langkahmu ragu,
Karena Ibu Pertiwi menunggumu,
Dengan dada terbuka dan harap yang tak putus.
Bangkitlah, Racanaku. Karena waktu tidak menunggu.
Dan bumi ini terlalu agung untuk kita tinggalkan sunyi.

BANGKITLAH RACANAKU PADA BUNDA PERTIWI

SALAM PRAMUKA

RAPAT KERJA PENGURUS RACANA ANDI PANGERAN PETTARANI DAN EMMY SAELAN MASA BAKTI 2025-2026


RAPAT KERJA PENGURUS RACANA ANDI PANGERAN PETTARANI DAN EMMY SAELAN MASA BAKTI 2025–2026

“Revitalisasi Kultur Bekerja Sama dalam Mewujudkan Racana yang Berintegritas dan Berkemajuan”

Gedung Mini Teater & Kelas Percontohan FIP UNM – 9 Maret 2025 

Gudep 08.085 – 08.086

Pangkalan: Fakultas Ilmu Pendidikan UNM | Sekretariat: Jl. Tamalate I, Kampus FIP UNM

Langit pagi minggu, 09 Maret 2025 menyambut dengan kelembutan yang seakan memberi restu pada langkah penuh niat para penggerak organisasi. Bertempat di Gedung Mini Teater FIP UNM, segenap pengurus Racana Andi Pangeran Pettarani dan Emmy Saelan menapaki tahap awal dalam perjalanan satu periode ke depan yakni Rapat Kerja Pengurus Masa Bakti 2025–2026. Kegiatan ini bukan sekadar forum penyusunan program kerja, melainkan arena penguatan tekad dan arah kompas perjuangan yang dilandasi semangat revitalisasi, kerja sama, integritas, dan kemajuan. Momen ini menjadi titik temu antara harapan dan rencana konkret, sebuah langkah awal yang membawa semangat kolektif dalam membangun Racana sebagai wadah yang progresif dan berakar kuat pada nilai-nilai kepanduan.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Gugusdepan Racana Andi Pangeran Pettarani, Bapak Bhakti Prima Findiga Hermuttaqien, S.Pd., M.Pd., yang dalam sambutannya menegaskan bahwa gerakan pramuka bukan hanya wadah pembelajaran, tetapi tempat lahirnya pemimpin masa depan yang unggul secara intelektual, tangguh secara moral, dan cerdas dalam kolaborasi. Beliau menekankan bahwa organisasi yang hebat tidak dibangun dalam semalam, tetapi melalui proses panjang yang penuh dedikasi dan kerja nyata, serta dilandasi oleh nilai integritas yang tak tergoyahkan.

Rapat kerja ini dihadiri oleh seluruh pengurus aktif serta didampingi oleh Steering Committee sekaligus Pendamping Pembina, Dewan Racana, dan Purna Bakti. Mereka hadir sebagai pemandu arah dan penjaga nilai, memastikan bahwa seluruh rancangan program tidak kehilangan akar filosofi Racana yang telah tumbuh puluhan tahun. Di sinilah ruh kebersamaan tumbuh, karena sejatinya Racana bukan sekadar struktur, melainkan keluarga intelektual dan spiritual. Peran mereka begitu krusial dalam membentuk suasana dialog yang inklusif dan reflektif, serta menumbuhkan semangat lintas generasi dalam merawat kesinambungan organisasi.


Forum Rapat Kerja dimulai di Gedung Mini Teater. Di sana, para Dewan Racana memulai pemaparannya yang berikan langsung arahan oleh Steering Committee sekaligus Pendamping Pembina dengan penuh kedalaman dan motivasi. Reka Teknik Kepramukaan (Tekpram) menjadi pembuka sesi pemaparan reka, menyampaikan draft program kerja yang disusun berdasarkan riset kebutuhan organisasi dan refleksi capaian pada periode sebelumnya. Di antara program yang diusulkan terdapat PKPD 1, KMD, dan kegiatan penguatan teknis kepramukaan lainnya. Mereka tak sekadar bicara rencana, tetapi menunjukkan pemahaman terhadap dinamika internal Racana yang terus bergerak dan berkembang dari tahun ke tahun. Pemaparan ini menggambarkan keseriusan dan kesiapan Reka Tekpram dalam menumbuhkan kembali semangat kepanduan berbasis nilai dan kemampuan teknis anggota.

Forum dilanjutkan di Kelas Percontohan FIP UNM, tempat di mana suasana diskusi menjadi lebih intim dan fokus per bidang. Di sana, giliran Reka Infokom, Reka Urat, dan Reka Kesrac menyampaikan program masing-masing. Reka Informasi dan Komunikasi (Infokom) hadir sebagai wajah publik Racana, memaparkan rencana penguatan informasi dan publikasi digital yang bersifat strategis dan berkelanjutan. Mereka menitikberatkan pada optimalisasi media sosial dan pengembangan platform komunikasi internal yang dinamis, sebagai sarana menyampaikan pesan organisasi yang profesional dan menginspirasi.

Sementara itu, Reka Urusan Rumah Tangga (Urat) menampilkan program yang difokuskan pada penguatan sistem koordinasi dan administrasi, sebagai tulang punggung keberlangsungan organisasi. Reka ini juga menjadi pengelola inventaris Racana, memastikan bahwa seluruh aset terkelola rapi dan fungsional. Reka Urat adalah urat nadi yang menjaga organisasi tetap hidup dan teratur, tidak hanya dari segi teknis, tetapi juga etika kerja internal.

Reka Kesejahteraan Racana (Kesrac) hadir sebagai penggerak roda kewirausahaan dan pengembangan kemandirian organisasi. Mereka menawarkan program yang tidak hanya menghasilkan secara ekonomi, tetapi juga mendidik anggota Racana agar memahami pentingnya kemandirian finansial dan jiwa entrepreneurship sejak dini. Kegiatan seperti produksi merchandise, bazar kreatif, hingga kolaborasi eksternal menjadi bagian dari visi besar yang mereka tawarkan. Reka ini berkomitmen menjadikan setiap peluang ekonomi sebagai medium pembelajaran, sekaligus membangun fondasi finansial yang stabil bagi organisasi.

Setiap bidang menyampaikan rencana mereka dengan komitmen dan argumentasi yang matang. Seluruh peserta forum, dari yang paling muda hingga para senior yang telah menempuh jalan panjang di Racana, turut memberi masukan, menyelaraskan visi, dan memastikan setiap program tidak hanya menjawab kebutuhan, tetapi juga membuka peluang baru. Forum ini menjadi ruang penguatan dialog strategis antar bidang, memperkuat budaya saling mendengar dan berpikir jauh ke depan, serta membentuk tradisi evaluasi partisipatif yang terus diperbarui.

Forum ini menunjukkan satu hal penting: bahwa Racana adalah rumah yang dibangun dari partisipasi, bukan dominasi. Bahwa integritas tidak lahir dari aturan, tetapi dari kejujuran, kesadaran, dan tanggung jawab bersama. Dan di sinilah kita menyaksikan semangat itu tumbuh dalam bentuk nyata dalam draf program, dalam saling menyimak, dalam saling menguatkan. Inilah ruang di mana organisasi tidak hanya dirancang, tetapi dijiwai bersama oleh mereka yang percaya bahwa perubahan dimulai dari kolaborasi dan keberanian untuk bergerak.

Bangkitlah, wahai anak panah bangsa, Bangkitlah dari titik diam menuju semesta pengabdian. Bangkit bukan karena ditunjuk, Tapi karena sadar bahwa ini adalah jalan juang. Jangan biarkan langkahmu ragu, Karena Ibu Pertiwi menunggumu, Dengan dada terbuka dan harap yang tak putus. Bangkitlah, Racanaku. Karena waktu tidak menunggu. Dan bumi ini terlalu agung untuk kita tinggalkan sunyi.

BANGKITLAH RACANAKU PADA BUNDA PERTIWI

SALAM PRAMUKA

PELANTIKAN PENGURUS RACANA ANDI PANGERAN PETTARANI DAN EMMY SAELAN MASA BAKTI PERIODE 2025-2026

PELANTIKAN PENGURUS RACANA ANDI PANGERAN PETTARANI DAN EMMY SAELAN

MASA BAKTI 2025–2026

“Revitalisasi Kultur Bekerja Sama dalam Mewujudkan Racana yang Berintegritas dan Berkemajuan”
Gedung Mini Teater, Fakultas Ilmu Pendidikan – Universitas Negeri Makassar
Kamis, 27 Februari 2025
Gugusdepan 08.085–08.086
Pangkalan: Fakultas Ilmu Pendidikan UNM | Sekretariat: Jl. Tamalate I, Kampus FIP UNM


Suasana hangat dan penuh harapan menyelimuti Gedung Mini Teater Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar pada sore hari yang tak biasa. Ruangan sederhana itu berubah menjadi saksi dimulainya sebuah babak baru dalam perjalanan panjang Racana Andi Pangeran Pettarani dan Emmy Saelan. Di hadapan para anggota Racana, tamu undangan, dan para purna bakti yang telah lebih dahulu menapaki jalan pengabdian, ikrar itu dikumandangkan
penuh keyakinan, penuh makna. hadir pula Ibu Rahmawati Patta, S.Si., M.Pd. selaku Pembina Pramuka Penegak Racana Emmy Saelan, yang turut memberikan dukungan penuh terhadap regenerasi pengurus kali ini

.
Pelantikan pengurus masa bakti 2025-2026 bukan hanya sebuah seremoni pergantian jabatan. Ia adalah titik temu antara harapan dan kenyataan, antara semangat dan tanggung jawab. Setiap nama yang dipanggil, setiap langkah yang maju ke depan panggung, mengandung arti lebih dalam dari sekadar jabatan. Mereka adalah simbol keberlanjutan, cermin dari tekad kolektif Racana untuk terus berjalan, tak hanya menjaga warisan, tapi juga menciptakan jejak baru.

Dibuka secara resmi oleh Ketua Gugusdepan Racana Andi Pangeran Pettarani, Bapak Bhakti Prima Findiga Hermuttaqien, S.Pd., M.Pd., acara ini menjadi lebih dari sekadar pertemuan organisasi. Dalam pidatonya yang hangat dan meneguhkan, beliau mengingatkan bahwa Racana bukan hanya ruang belajar, melainkan ruang bertumbuh bukan hanya tempat berkegiatan, tetapi tempat mengabdi bukan hanya soal program kerja, tetapi soal nilai yang dibawa dalam hati.

Tema yang diangkat tahun ini "Revitalisasi Kultur Bekerja Sama dalam Mewujudkan Racana yang Berintegritas dan Berkemajuan", bukanlah rangkaian kata tanpa makna. Ia adalah cermin dari kebutuhan untuk kembali menguatkan kebersamaan, untuk kembali memaknai arti kerja tim, dan untuk membangun Racana dengan dasar nilai yang kokoh. Dalam dunia yang semakin cepat bergerak, kerja sama menjadi pondasi yang harus terus disuburkan, agar Racana tetap tegak, tetap tangguh, dan tetap relevan.

Racana Andi Pangeran Pettarani dan Emmy Saelan, yang berpangkalan di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar dengan sekretariat di Jl. Tamalate I, bukan hanya sebuah unit organisasi. Ia adalah rumah bagi jiwa-jiwa muda yang ingin berbuat lebih untuk sesama, bangsa, dan tanah air. Di sinilah semangat pengabdian diasah, karakter ditempa, dan keberanian diuji semua dalam satu nafas yang sama: cinta pada Indonesia.

Yang dilantik hari itu adalah mereka yang berani mengambil peran. Mereka yang bersedia menjadi wajah harapan, pelaksana ide, dan penjaga nilai. Mereka tahu, tak ada jalan yang mudah dalam pengabdian. Namun mereka juga tahu, tak ada yang lebih bermakna daripada menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri.


Adapun susunan lengkap kepengurusan Racana Andi Pangeran Pettarani dan Emmy Saelan masa bakti 2025–2026 dapat disimak berikut ini, sebagai cerminan semangat baru yang akan membawa Racana menuju arah yang lebih maju, solid, dan berdampak. Semoga nama-nama yang tertera tak hanya dikenal di papan struktur, tetapi terpatri dalam jejak kerja nyata dan keteladanan.


DEWAN PUTRA                                                        DEWAN PUTRI

Ketua                  : Ardiansyah                                     Ketua                         : Wahdatil Anugrah

Sekretaris            : Rifqi Rifaat Ridwan                      Sekretaris                   : Iftitah Salsabila

Bendahara          : Muh. Ismail Maulana                     Bendahara                  : Yuli Dwi Putri Budiamin

Pemangku Adat  : Muh. Ansar                                    Pemangku Adat          : Nadjma Sadikala

 

REKA I (TEKPRAM)                                                REKA I (TEKPRAM)     

Koordinator        : Ibnu Hibban                                     Koordinator        : Nur Fahmi Azzahra

Sekretaris            : Ansar                                               Sekretaris            : Nur Inul

Anggota               : Muh. Nurhidayat                            Anggota               : Fitri

                               Azidsul                                                                         Tiwi Mauly

                               Ferdiansyah                                                                  Surya Saputri

                               Hery Andika                                                                 Miftahul Jannah

                                                                                                                     Sitti Nurmadinah

 

REKA II (INFOKOM)                                                  REKA II (INFOKOM)       

Koordinator        : Agung                                                 Koordinator        : Siti Naifa Aulia

Sekretaris           : Hidayat Nur Hamid                            Sekretaris            : Ananda Dian Pratiwi S

Anggota             : Imam Fatwa                                        Anggota              : Nadjwa

     Muhammad Aidil                                                              Sepriyanti Nurul Ma’wiah

                                                                                                                       Herlina


REKA III (URAT)                                                          REKA III (URAT)

Koordinator        : Muh. Agung Batubara                        Koordinator        : Ina Kartini

Sekretaris            : Ikhlazul Amal                                    Sekretaris            : Nur Alma Binti Kasim

Anggota              : Iman Nur Iman                                   Anggota               : ZQ Andiyah Putri

                                                                                                                        Fauziah Rahmadani R

                                                                                                                        Amelia Putri Agustina

                                                                                                                        Selviana

                                                                                                                        Nurmira Maulida

                                                                               

REKA IV (KESRAC)                                                    REKA IV (KESRAC)           

Koordinator        : Walid Pramudia                                  Koordinator        : Sri Icha Putri Rahman ZR

Sekretaris           : Zulfadli Amin                                      Sekretaris           : Nur Adni Azisah

Anggota              : Andra Saputra Wahyu                        Anggota              : Amirah Nur Ghaziyah

                                                                                                                       Anisa

                                                                                                                       Yuliana Latif

                                                                                                                       Nurwana

                                                                                                                       Royyan Andini

                                                                                                                       Vina Sapitri

                                                                                                                       Lestari Safitri

                                                                                                                       Ainun Ummi Kalsum

                                                                                                                        Nurul Azizah Irwan


DAN KEPADA SELURUH ANGGOTA RACANA ANDI PANGERAN PETTARANI DAN EMMY SAELAN,

Mari satukan langkah. Mari rawat semangat ini bersama. Mari jaga nama besar yang kita bawa nama yang lahir dari keberanian dan pengorbanan yaitu Andi Pangeran Pettarani dan Emmy Saelan.

Karena di sanalah tempat kita kembali. Di sanalah bakti kita bermuara.
Untuk negeri yang menanti tangan-tangan muda,
Untuk tanah yang tak pernah lelah memberi.

BANGKITLAH RACANAKU PADA BUNDA PERTIWI

SALAM PRAMUKA